WORLD RABIES DAY : MENGENAL PENTINGNYA PENGENDALIAN RABIES PADA KUCING
Oleh : M. Sutarsah, drh
Bulan
September ini, dalam dunia veteriner, dikenal sebagai hari rabies sedunia yang akan
diperingati setiap tanggal 28 september. Apa itu rabies dan seberapa penting
dampaknya terhadap kehidupan hewan kesayangan dan umat manusia, mari kita
mengenal lebih jauh tentang penyakit ini.
PENGERTIAN
Rabies berasal dari bahasa latin yang berarti
“madness”/kegilaan/penyakit gila. Bagi sebagian
masyarakat awam, rabies biasanya identik dengan hewan anjing, padahal penyakit
ini dapat menyerang semua jenis mamalia (termasuk manusia) dan terkadang dapat
menyerang unggas. Ciri utama hewan yang terjangkit penyakit ini adalah
“kekacauan system syaraf” yang biasanya diikuti dengan perubahan temperamen
(menjadi lebih agresif) hingga menyebabkan kelumpuhan pada fase tengah atau
akhir.
PENYEBAB
Penyakit
ini disebabkan oleh Lyssavirus. Hewan
akan tertular melalui gigitan dan virus
akan masuk melalui system syaraf hingga mencapai syaraf pusat. Waktu yang
dibutuhkan sejak terpapar dan timbul gejala klinis bervariasi bergantung pada
tempat gigitan, level keganasan virus serta jumlah virus didalam air liur hewan
penggigit. Biasanya gejala akan muncul pada hari ke-9 sejak tergigit. Pada
hewan yang masih kecil, periode inkubasi akan berlangsung lebih pendek.
GEJALA KLINIS
Kucing yang terpapar penyakit ini, akan tampak lebih
ganas dibandingkan rabies pada anjing. Kucing akan menyerang hewan lain dan
manusia dan akan mencoba menyerang wajah dengan gigitan atau dengan cakaran,
meskipun terkadang awalnya kucing akan menunjukkan “kasih sayang berlebih”. Meskipun
demikian, terkadang, kucing/anjing akan mati tanpa diawali dengan gejala apapun.
Berikut ini gejala klinis yang kucing yang terpapar
rabies :
- Kejang
- Demam
- Rahang akan “memble”
- Paralisis/Lumpuh
- Sulit menelan makanan
- Takut air (hydrophobia)
- Inkoordinasi otot
- Agresif dan menjadi pemarah
- Keluar air liur berlebihan, terkadang liurnya berbusa
KESEHATAN
KUCING ADALAH KESEHATAN KITA SEMUA
Rabies
adalah penyakit yang fatal untuk manusia. Bahaya akibat penyakit ini tidak
hanya diakibatkan karena gigitan semata, tapi juga dapat disebabkan karena
kontaminasi cairan luka, potongan kuku, mata dlsb. Cakaran juga berpotensi
menyebarkan rabies sebagaimana gigitan. Manusia yang tergigit dapat mengalami
kematian. Selain itu, potensi rabies juga dapat menyerang hewan kesayangan
lainnya, misalnya kelinci.
MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI
Jika sudah terpapar oleh rabies, sangat sulit sekali kucing atau hewan
kesayangan kita akan dapat bertahan hidup, hal ini juga sangat beresiko
terhadap manusia. Maka langkah pencegahan perlu dikedepankan. Berikut ini cara
pencegahan yang dapat dilakukan :
1. Pertama dan yang
utama, periksakan hewan kesayangan anda secara rutin ke dokter hewan dan lakukan vaksinasi rabies secara berkala.
2. Menjaga dan mengawasi kucing rumahan dari kemungkinan
terpapar hewan lain dari luar
3. Lakukan sterilisasi untuk mengendalikan populasi kucing
anda, sehingga mengurangi potensi kucing terlantar dan tidak tervaksin rabies
4. Hubungi pihak terkait jika ada kucing atau hewan lain disekitar
kita yang sakit atau kemungkinan terpapar
Air liur tampak berbusa pada kucing yang terkena rabies
Ekspresi kucing tampak ganas pada kucing yang diduga terpapar rabies
Sumber :
Black’s Veterinary Dictionary 21st Edition.
Cat’s Owner Home Veterinary Hand Book 3rd
Edition.


Comments
Post a Comment